Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

KENAPA SEPULANG DARI MELAYAT KITA HARUS MANDI ? BERIKUT PENJELASANNYA

KENAPA SEPULANG DARI MELAYAT KITA HARUS MANDI ? BERIKUT PENJELASANNYA

Sumber foto: balipost 

Cuntaka adalah suatu keadaan yang tidak suci menurut pandangan agama Hindu. Masa kotor atau leteh yang populer disebut Cuntaka dan Dalam istilah bahasa Bali-nya ketika ada keluarga meninggal disebut dengan "Sebel". Dalam tradisi Hindu, ada beberapa hal yang dapat menyebabkan seseorang dinyatakan ‘cuntaka’, tidak suci, kotor secara niskala, alam gaib. Ketika seseorang dinyatakan cuntaka, maka dia tidak dibolehkan melakukan kegiatan suci, yang berhubungan dengan hal-hal rohani, seperti membaca kitab suci, memasuki tempat suci, sembahyang, membuat upacara/upakara, piodalan, dan lain sebagainya.

Penerapannya dalam kehidupan sosial masyarakat khususnya di Bali, kata cuntaka disamakan dengan kata “sebel”. Sebel (dalam bahasa Bali) berarti berhalangan karena kematian, haid, halangan keluarga, dan lain sebagainya.

“Setelah mengiringi mayat seorang apakah keturunan laki-lakinya atau bukan (ke tempat pembakaran mayat) seseorang dapat bersih lagi (dari cuntaka) dengan mandi, menyentuh api, dan minum mentega yang jernih". [Parasara Dharmasastra III.50]

Contoh kasus bertemu mayat tanpa sengaja. Pada suatu hari, ada seseorang mengirim bunga rangkai ke rumah duka rumah sakit angkatan darat. Orang itu masuk ke ruangan dimana ada banyak orang yang sedang menikmati jajan camilan. Dia mengira orang yang meninggal sudah dikubur. Setelah berada di dalam kamar, terlihat sebuah peti jenazah. Petinya terbuka lebar dan didalamnya terdapat mayat tidur nyenyak, ditutupi kain transparan.

Menurut ajaran Hindu dan tradisi di Bali, ketika seseorang bertemu mayat tanpa sengaja, maka ia dinyatakan kotor secara niskala (rohani). Didalam kitab Parasara Dharmasastra dijelaskan bahwa seseorang yang cuntaka karena bertemu mayat di jalan (termasuk bertemu mayat tanpa sengaja), maka ia dapat menyucikan diri dengan memandang matahari. Ada baiknya setelah memandang matahari beberapa saat, kemudian diikuti dengan mengucapkan nama suci Tuhan.

Hal lain yang harus dilakukan adalah menyucikan diri dengan mandi, juga mencuci baju yang dipakai. Dengan cara itu, seseorang dapat dinyatakan suci kembali, sehingga dibolehkan melakukan kegiatan yang berkaitan dengan hal-hal rohani. Jika ragu, masih menganggap diri cuntaka, bisa melakukan kegiatan rohani pada hari esoknya.

Apa akibatnya jika cuntaka memasuki kamar suci maupun tempat suci ? menurut kepercayaan Hindu Bali, seseorang yang cuntaka memasuki pura, dapat membuat para dewa, leluhur, mahkluk suci menjadi geger, menjauh.

Jadi itu semua kembali kepada kepercayaan kita masing-masing ya, karena kepercayaan dan keyakinan setiap orang itu beda-beda tetapi harus tetap berlandaskan jalan kebenaran.

Sumber : kompasiana.com

Post a Comment for "KENAPA SEPULANG DARI MELAYAT KITA HARUS MANDI ? BERIKUT PENJELASANNYA"