Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Jangan Singkat Kata "Om Swastyastu dan Om Santhi Santhi Santhi Om" Karena Akan Berbeda Arti Serta Maknanya.

Jangan Singkat Kata "Om Swastyastu dan Om Santhi Santhi Santhi Om" Karena Akan Berbeda Arti Serta Maknanya.



Bagi masyarakat Bali kata om swastyastu dan Om Santhi Santhi Santhi Om sangatlah tidak asing hampir setiap hari mendengarnya

Secara etmologi " Om Swastyastu" memiliki arti semoga selamat. Om Swastyastu merupakan salam panganjali yang digunakan oleh umat Hindu ketika membuka suatu acara, baik itu berupa rapat, sambutan, dan sebagainya. Selain itu, om swastyastu juga digunakan oleh umat Hindu untuk saling sapa ketika bertemu keluarga, orang tua, saudara, teman dan umat lainnya. Berdasarkan penjelasan diatas dapat disumpulkan bahwa Om Swastyastu bermakna semoga selamat dalam lindungan Ida Sang Hyang Widhi Wasa.


Jika dilihat dari artika katanya maka Om Swastyastu berasal dari bahasa Sanskerta yakni kata Om dan Su, Asti dan Astu. Om berarti Sanghyang Widhi Wasa (Brahman/Tuhan), Su berarti baik, Asti berarti berada dan Astu berarti semoga. Dengan demikian Om Swastyastu dapat diartikan sebagai semoga selamat atas lindungan Ida Sanghyang Widhi Wasa Tuhan Yang Maha Esa.


Dalam Buku Mantra Samhita, Himpunan Doa Hindu seperti dikutip dari artikel mutiarahindu.com, Om Swastyastu memiliki arti Om Sanghyang Widhi Wasa, Semoga Kami Senantiasa Dalam Keadaan Selamat (Dana Dan Suratnaya, 2013:36).


Om merupakan aksara suci untuk Sanghyang Widhi Wasa. Sedangkan Swastyastu merupakan dasar kekuatan dan kesejahteraan alam semesta dari kata Swastyka. Dengan demikian ketika kita mengucapkan kata swastyastu berarti kita telah memohon perlindunga kepada Tuhan Yang Maha Esa yang menguasai seluruh alam semesta ini.


Dalam Bhagavadgita kata Om merupakan simbol Tuhan Yang Maha Esa. Kemudian dalam Kamus Bahasa Bali Swastyastu memiliki arti selamat yaitu dari kata suasti. Jadi ketika menjadi kata swastyastu berarti maknanya semoga selamat. Swastyastu dalam Kamus Kawi-Bali dijelaskan berasal dari kata Swasti yang memiliki arti raharja, rahayu, bahagia and rahajeng. Astu juga berarti sujati, sinah, patut, dumadak. Dari kata Astu berubah menjadi Astungkara yang artinya puji, alem, sembah. dengan demikian Swastyastu dapat diartikan semoga selamat atau bahagia.


Kemudian di dalam Kamus Jawa Kuna-Indonesia Swasti memiliki arti kesejahteraan, sukses, semoga terjadi, nasik baik, hidup. Sedangkan astu memiliki arti semoga terjadi, pasti, nyata-nyata, sungguh-sungguh. Kata astu berkembang menjadi astungkara yang artinya mengakui, mengiyakan. Dengan demikian Swastyastu berarti semoga terjadilah nasib baik, sungguh sejahtera.


Dalam bahasa Jawa Kuno disebut dengan sembah. Kata sembah dalam bahasa Jawa Kuno memiliki lima arti. Sembah berarti menghormati, menyayangi, memohon, menyerahkan diri dan menyatukan diri. Karena itu, umat Hindu di Bali mengenal adanya Panca Sembah yang diuraikan dalam lontar Panca Sembah. Dalam tradisi Hindu di Bali ada sembah ke bhuta, ke manusa, ke pitra, ke dewa dan Hyang Widhi. 


Adapun posisi cakupan tangan yang biasa dipakai saat menyembah:


• Kalau menyembah bhuta atau alam semesta tangan dicakupkan di pusar. Sembah seperti itu berarti untuk mencurahkan kasih sayang kita pada alam untuk menjaga kelestariannya. 


• Menyembah sesama atau pitra, mencakupkan tangan di dada. Sembah seperti itu adalah untuk menghormati sesama manusia. 


• Menyembah dewa tangan dicakupkan di selaning lelata yaitu di antara kening di atas mata. 


• Hanya menyembah Tuhanlah tangan dikatupkan dengan sikap anjali di atas ubun-ubun. Ini artinya hanya menyembah Tuhanlah kita serahkan diri secara bulat dan satukan diri sepenuh hati. 


Sedangkan Om Santhi Santhi Santhi Om artinya semoga selamat dan semoga damai di hati damai di bumi damai selalu. Om merupakan pranawa Sanghyang Widhi Wasa, sedangkan Santih artinya damai. Om Santhi Santhi Santhi Om digunakan untuk menutup suatu uraian atau tulisan.


Jadi, salam Om Swastyastu dan Om Santhi Santhi Santhi Om itu, meskipun ia terkemas dalam bahasa Sansekerta bahasa pengantar kitab suci Veda, makna yang terkandung di dalamnya sangatlah universal. Pada hakikatnya semua salam yang muncul dari komunitas berbagai agama memiliki arti dan makna yang universal. Yang berbeda adalah kemasan bahasanya sebagai ciri khas budayanya. Dengan Om Swastyastu/Om Shanti Shanti Shanti Om itu doa dipanjatkan untuk keselamatan semua pihak tanpa kecuali. 

sumber. pesonataksubali

Post a Comment for "Jangan Singkat Kata "Om Swastyastu dan Om Santhi Santhi Santhi Om" Karena Akan Berbeda Arti Serta Maknanya."