Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Fungsi Alang-Alang Atau Ambengan Bagi Sulinggih Atau Orang Yang Akan Di Upacarai Berikut Penjelasannya

Fungsi Alang-Alang Atau Ambengan Bagi Sulinggih Atau Orang Yang Akan Di Upacarai Berikut Penjelasannya

sumber foto. @dektinyy_ hanya ilustrasi

Alang-alang dalam bahasa bali disebut dengan ambengan. Secara niskala sebagai sarana penyucian ambengan dapat membuat segala sesuatu menjadi suci, itulah salah satu keagungan dari ambengan. 


Pemasangan karawista sebagai gelung (ikat kepala) pada orang suci (Sulinggih) ketika menyelesaikan suatu upacara dan pada orang-orang yang sedang diupacarai, seperti pada upacara potong gigi, mewinten, mejaya-jaya, dan upacara yang lainnya, dimaksudkan untuk menjadikan badan suci, sehingga Hyang Widhi berkenan bertahta di dalam diri kita. 


Prosesi ini dilakukan pada saat prosesi pembersihan diri pabyakalan dan prosesi yang mengikuti selanjutnya adalah acara natab. 


Prosesi ini mengandung makna ketika sudah diikatkan karawista pertanda badan sudah suci, selanjutnya barulah natab yang diarahkan ke dalam diri yang diupacarai. Ini mengandung makna upacara juga dipersembahkan kepada Ida Sang HYang Widhi yang telah berkenan bertahta di dalam hati yang telah dilakukan proses penyucian sebelumnya.


Tak jauh beda halnya dengan pemasangan Karawista pada Ciwambha (sejenis periuk sebagai tempat pembuatan tirta oleh Sulinggih) dengan maksud agar secara niskala priuk tempat tirta dan airnya menjadi suci diterima oleh Ciwatman yang bersifat suci. 


Sementara untuk aled (alas) dari air suci tersebut juga terbuat dari rumput alang-alang yang sering disebut dengan lekeh. 

sumber . kalender bali




Post a Comment for "Fungsi Alang-Alang Atau Ambengan Bagi Sulinggih Atau Orang Yang Akan Di Upacarai Berikut Penjelasannya"