Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Salah Kaprah Larangan Tidak Boleh Membaca Saat Hari Saraswati? Simak Ulasan Berikut ini.

Salah Kaprah Larangan Tidak Boleh Membaca Saat Hari Saraswati? Simak Ulasan Berikut ini.



Dikalangan umat hindu sendiri ada banyak yang berpendapat bahwa pada Hari Raya Saraswati tidak boleh membaca ataupun menulis dan begitu pula sebaliknya ada yang menganggap bahwa itu adalah sebuah mitos.


Pemikiran keliru tentang pelarangan oleh para orang tua kepada anak-anaknya untuk membaca pada saat perayaan Saraswati. Kita sering mendengar para orang tua menyatakan larangan itu. Katanya, tidak boleh menyentuh buku, apalagi membaca saat perayaan Saraswati. Mereka beranggapan bahwa kalau kita membaca saat perayaan Saraswati, itu akan mengganggu ketenangan Sanghyang Aji Saraswati.


Saniscara Umanis Watugunung = Sasraswati, hanya melalui proses belajar ilmu itu didapat, bukan dengan membuatkan banten pada buku saja tanpa pernah mau membuka dan meneguk saripatinya dengan membaca. Jadi tepis anggapan pada hari saraswati tak boleh baca buku.


Menurut keterangan lontar Sundarigama tentang Brata Saraswati, pemujaan Dewi Saraswati harus dilakukan pada pagi hari atau tengah hari. Dari pagi sampai tengah hari tidak diperkenankan membaca dan menulis terutama yang menyangkut ajaran Weda dan sastranya. Bagi yang melaksanakan Brata Saraswati dengan penuh, tidak membaca dan menulis itu dilakukan selama 24 jam penuh. Sedangkan bagi yang melaksanakan dengan biasa, setelah tengah hari dapat membaca dan menulis. Bahkan di malam hari dianjurkan melakukan malam sastra dan sambang samadhi.


Dari berbagai pendapat dan sumber, dapat disimpulkan bahwa larangan untuk membaca saat Saraswati lebih tertuju kepada Pustaka Suci seperti  kitab Catur Veda , Kitab-kitab Brahmana, Upanishad-Upanishad, Weda Smerti; kitab-kitab Dharmasastra,Itihasa, Purana, Lontar-Lontar dan lain yang sejenisnya yang berkaitan dengan Ajaran Agama atau Ajaran Ketuhanan. Sedangkan larangan menulis seperti Menulis Devanagari, Menulis Akasara Bali, Aksara Jawa yang berhubungan Tuhan atau aksara-aksara Suci.

Sumber : calonarangtaksu

Post a Comment for "Salah Kaprah Larangan Tidak Boleh Membaca Saat Hari Saraswati? Simak Ulasan Berikut ini."