Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Untuk Menjadi Seorang Pemangku Ada Beberapa Syarat Serta Pantangan Yang Harus Dipenuhi.

Untuk Menjadi Seorang Pemangku Ada Beberapa Syarat Serta Pantangan Yang Harus Dipenuhi.

sumber foto @jung_edi hanya ilustrasi


Pemangku merupakan golongan orang suci diantara para umatnya di dalam agama Hindu di Bali. Pemangku hampir serupa dengan Sulinggih hanya saja kedudukan serta kewajiban keduanya berbeda.

Pemangku merupakan orang suci yang tergolong ekajati (lahir sekali), tingkatan pertama dari kesucian seorang Sulinggih adalah sebagai Pemangku Pura.

Untuk menjadi seorang Pemangku atau Pinandita, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi adalah sebagai berikut :

• Orang yang memiliki jiwa pengabdian yang tulus ikhlas, berbudhi luhur, bermoral baik, memiliki mental yang tinggi serta memiliki jiwa yang tulus untuk selalu siap bekerja (ngayah) tanpa mengharapkan imbalan.

• Orang yang sehat secara jasmaniah dan sehat rokhaniah, tidak cacat secara fisik, seperti tuli, bisu dan sakit-sakitan

Selain syarat diatas menjadi pemangku atau pinandita harus terbebas dari tujuh prilaku kegelapan atau kemabukan yang disebut dengan Sapta Timira. Ada pun ketujuh kegelapan yang dimaksud adalah sebagai berikut:

• Dhana adalah sifat manusia yang cenderung mabuk karena kegelapan pikiran akibat pengaruh kekayaannya.

• Guna adalah sifat manusia yang cenderung mabuk karena kegelapan pikiran akibat pengaruh kepandaiannya.

• Kasuran sifat manusia yang cenderung mabuk karena kegelapan pikiran akibat pengaruh kemenangan atau keberanianynya.

• Kulina sifat manusia yang cenderung mabuk karena kegelapan pikiran akibat pengaruh keturunan atau kebangsawanan.

• Sura sifat manusia yang cenderung mabuk karena kegelapan pikiran akibat pengaruh minuman keras seperti arak, bir, tuak, narkoba dan minuman alcohol lainya.

• Surupa sifat manusia yang cenderung mabuk karena kegelapan pikiran akibat pengaruh keindahan rupanya, misalnya karena dia terlalu tampan dan cantik.

• Yowana sifat manusia yang cenderung mabuk karena kegelapan pikiran akibat pengaruh keremajaan atau karena dia masih mudah-usianya. (Kondra. 2015: 144)

Orang yang memiliki sifat-sifat diatas tidak pantas untuk ditujuk menjadi seorang pemangku. 

Sebab seseorang yang pantas menjadi pemangku atau pinandita adalah mereka yang telah mencapai keadaan rokhani dan bebas dari kemabukan atau mahardhika, yaitu bebas dari kemabukan, bijaksana, suci dan berbudi luhur.

Dirangkum dari : mutiarahindu

Post a Comment for "Untuk Menjadi Seorang Pemangku Ada Beberapa Syarat Serta Pantangan Yang Harus Dipenuhi."