Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Makna Upacara Mepegat Pemutus Sang Roh Dari Ikatan Duniawi

Makna Upacara Mepegat Pemutus Sang Roh Dari Ikatan Duniawi

Upacara mapegat yang dilakukan umat Hindu di sejumlah daerah di Bali, merupakan bagian dari ritus atau upacara kematian.

Mapegat juga dapat dikatakan sebagai upacara perpisahan dengan Sang Roh, ketika dia akan menuju Sumbernya.

Mapegat berasal dari kata “pegat” yang berarti putus. Dengan menggunakan banten papegat, upacara Mapegat ini dilaksanakan bertujuan untuk memutuskan ikatan duniawi dan sekaligus untuk meningkatkan kesucian atman seseorang yang telah meninggal dunia sebagai rangkaian upacara ngaben di Bali.

Upacara yang juga disebut Mapepegat ini dilaksanakan di pintu kori masuk pekarangan rumah.

Mereka yang mengantarkan ke setra, menyelenggarakan upacara mepepegat, sebagai simbol pemutusan hubungan duniawi ini dengan sang meninggal yang sarananya disamping bebantenan satu soroh dengan tali benang yang dihubungkan pada daun carang dapdap.

Itu artinya, bagi roh yang sudah pergi, tidak perlu lagi mengingat apa yang terjadi di masa lalunya. 

Setelah selesai banten (yadnya) dihaturkan, tali benang ini dilabrak masuk hingga putus yang menandai bahwa putusnya sebuah hubungan.

Piranti upacara mapepegat ini terkadang antara satu daerah dengan daerah lainnya berbeda.

Jadi, mapegat ini betul-betul pegat (putus), semua ikatannya di dunia material ini telah lepas.

Terlepas dari apapun pirantinya, bisa kita pahami bahwa simbol-simbol itu memberikan tuntunan arah bahwa di situ ada keikhlasan, tidak perlu lagi mengingat apa yang ada di dunia ini. Baik segala ikatan material mapun ikatan sosial.

Post a Comment for "Makna Upacara Mepegat Pemutus Sang Roh Dari Ikatan Duniawi"