Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pura Dalem Segara Munculnya Saat Purnama Kapat Dan Ada di Tengah Laut

Pura Dalem Segara Munculnya Saat Purnama Kapat Dan Ada di Tengah Laut

Purnama kapat,  Menjadi hal yang spesial bagi pengempon Pura Dalem Segara di Pantai Karang, Sanur. Pasalnya, pada saat purnama kapat itulah, Pura yang ada di laut tersebut muncul. Dan, munculnya pun saat dini hari, antara pukul 02.00 hingga 05.00.

Saat prosesi tersebut, angin laut berhembus sangat kencang. Maklum, hari sudah lewat tengah malam. Meski dingin menyelimuti pesisir Pantai Karang, tak mengurangi semangat pemedek untuk melaksanakan ritual ngaro di Pura Dalem Segara.

Adapun makna dari ritual ngaro ini adalah suatu bentuk ungkapan rasa terima kasih warga Madura yang ada di Sanur kepada Dewa Baruna sebagai manifestasi dari Ida Sang  Hyang Widi sebagai penguasa lautan atau samudera.

Asal usul dari ritual ngaro ini sendiri tidak terlepas dari perjalanan Mpu Baradah dan Sang Hyang Yogi Swara ke Bali sehingga menurunkan warga Madura di Desa Sanur.

Dijelaskan, Sang Hyang Yogi Swara datang ke Bali sekitar abad ke-10 dengan tujuan untuk menyelamatkan bumi Nusantara. Karena pada masa tersebut Kerajaan Singasari sudah runtuh.

Dalam perjalannya ini, tibalah Sang Hyang Yogi Swara di sisi timur Kota Denpasar dan mendapati sebuat kawasan rawa-rawa yang luas. Sementara Mpu Baradah melanjutkan perjalanan ke barat dan membangun beberapa pura di wilayah barat Desa Sanur. Sedangkan Hyang Yogoi Swara melakukan Tapa Semadi di tengah lautan.

Setelah melakukan tapa semedi tersebut, akhirnya Sang Hyang Yogi Swara dan Mpu BAradah bertemu. Tempat pertemuan itulah yang disebut dengan Madura yang berasal dari dua kata yakni Madu yang artinya bertemu dan Ara yang artinya ari. Jadi Madura ini berarti pertemuan daratan dan air laut. “Sehingga rawa-rawa tempat pertemuan tersebut disebut sebagai wilayah Madura dan keturunan Hyang Yogi Swara di tempat tersebut disebut dengan Warga Madura. Dan sampai sekarang tempat wilayah ini disebut dengan Banjar Madura,” 

Setelah memiliki wilayah dan memiliki keturunan ini, maka Hyang Yogi Swara memerintahkan kepada keturunannya untuk membuat suatu persembahan bagi Sang Hyang Baruna dan dihaturkan di tempat Sang Hyang Yogi Swara melakukan semedi ketika air laut surut. Selanjutnya ritual menghaturkan persembahan tersebut disebut dengan nama ngaro.

Adapun bentuk persembahan yang dihaturkan ketika upacara ngaro ini berupa banten sederhana yang terdiri dari buah-buahan dan dua jenis bubur. Yakni bubur merah dan bubur putih. 

Setelah banten selesai dibuat, selanjutnya banten dibawa ke Segara dan seharusnya upacara ngaro dilakukan tanpa mengunakan penerangan dari lampu. Karena ketika upacara ngaro berlangsung sinar bulan sedang menyinari bumi dengan maksimal, karena posisi bulan tepat berada di atas Katulistiwa.

Upacara Ngaro ini diselenggarakan sekitar pukul 02.00 dini hari dan berakhir pada pukul 05.00 pagi, ini karena menjelang pagi air laut sudah mulai pasang dan lokasi Pura sudah mulai tertutup air. Sehingga waktu untuk menyelenggarakan upacara cukup singkat.

Demikianlah ulasan tentang pura dalam segara yang kami rangkum dari Bali Express, semoga bisa bermanfaat buat menambah wawasan.


Post a Comment for "Pura Dalem Segara Munculnya Saat Purnama Kapat Dan Ada di Tengah Laut"